Keraton Kasepuhan Cirebon


Pagi di hari minggu yang cerah, destinasi wisata yang ingin saya explore adalah Keraton Kasepuhan yang terletak di Cirebon. Alamat lengkapnya di Jl. Kasepuhan No.43, Kesepuhan, Kec. Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Setelah masuk ke area Keraton Kasepuhan, karena saya datang dua minggu sebelum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW maka disambut oleh pasar dadakan yang memang sudah menjadi tradisi satu bulan sebelum Maulid Nabi pasti ramai oleh para pedagang dan wisatawan lokal. Tapi jika kita berkunjung di luar bulan rabiul awal kita tidak akan menemukan pasar.

sebelum pintu masuk keraton di sebelah kiri ada Mesjid.

IMG_20191027_110722_masjid agung cipta rasa.jpgIMG_20191027_111108.jpg

berjalan kurang lebih seratus meter kita akan menemukan gerbang masuk Keraton Kasepuhan.

IMG_20191027_111616_Keratonkasepuhan.jpg

Masuk kawasan keraton kasepuhan kita harus bayar tiket dulu. Wisatawan pelajar & mahasiswa dikenakan biaya Rp. 10.000 dan wisatawan umum Rp. 15.000. Didalam Keraton ada museum pusaka keraton kasepuhan, jika kita ingin masuk kesana tiketnya Rp. 25.000 per orang. Jasa guide juga ada, untuk jasa guide tergantung keikhlasan kita saja, waktu itu saya membayar Rp. 50.000.

Gazebo yang terdapat di area keraton kasepuhan. Biasanya dijadikan tempat duduk-duduk wisatawan.IMG_20191027_112216_gazebo keraton kasepuhan.jpg IMG_20191027_112029_gerbang keraton kasepuhan.jpg

Gerbang masuk Keraton kasepuhan yang terbuat dari bata-bata yang dihiasi oleh keramik dari Tiongkok.

IMG_20191027_112518.jpg

Jika berkunjung ke Keraton Kasepuhan pastikan mampir ke Museumnya juga, disana banyak benda-benda pusaka dari tahun 1400 an yang masih terawat dengan baik.

IMG-20191103-WA0054_kereta singa barong.jpg

Menurut keterangan yang saya capture di Museum, Kereta Singa Barong adalah sebuah kereta kencana yang bentuknya terdiri dari bagian tubuh Burung, Gajah dan Naga. Dibuat pada Tahun 1549 M oleh Pangeran Losari. Dipakai untuk kendaraan Sultan pada acara-acara adat dan ditarik oleh empat ekor kerbau bule. Kereta ini asli buatan para ahli Kesultanan Cirebon dipimpin oleh Pangeran Losari, dan memiliki teknologi yang tinggi menggunakan suspensi dengan pegas lempengan besi, serta badan kereta diikat dengan sabuk dari bahan kulit kerbau sehingga ketika kereta berjalan tidak ada guncangan. Badan kereta berayun maju mundur, sehingga menggerakan lidah pada mulut kepala naga kereta keluar masuk dan menggerakan sayap mengepak seolah mau terbang.

baju zirah rampasan dari portugis
Baju Zirah rampasan dari Portugis Tahun 1527 M
tombak.jpg
Tombak untuk perang yang terdapat di museum pusaka Keraton Kasepuhan
Tempurung Kelapa Janggi
Tempurung Kelapa Janggi
Baju Putri Ong Tien
Baju Putri Ong Tien, istri dari Sunan Gunung Jati yang berasal dari Tiongkok. Menurut Guide yang saya temui Puteri Ong Tien hanya hidup selama tiga tahun di Indonesia.
prabu siliwangi
Lukisan Prabu Siliwangi. Menurut silsilah, Prabu Siliwangi adalah mertua dari Sunan Gunung Jati.

Beranjak keluar dari museum saya memasuki pelataran Keraton Kasepuhan.

pelataran keraton kasepuhan
Teras Keraton Kasepuhan, disini terdapat papan yang menceritakan silsilah Keraton.
silsilah sunan gunung jati.jpg
Silsilah Sunan Gunung Jati berdasarkan Carita Purwaka Caruban Nagari oleh Pangeran Arya Carbon Tahun 1720 Masehi
silsilah sunan gunung jati 2.jpg
Silsilah Sunan Gunung Jati, ada kaitannya dengan Prabu Siliwangi
silsilah kasultanan kasepuhan.jpg
Silsilah Kasultanan Kasepuhan Cirebon

Ruangan yang terdapat di area Keraton Kasepuhan tidak dibuka untuk umum, hanya jika ada acara-acara kenegaraan atau kebudayaan maka baru digunakan.

area dalam keraton kasepuhan.jpg
Ruangan Keraton Kasepuhan
kursi area dalam keraton.jpg
Ruangan Keraton Kasepuhan

Setelah puas melihat ke area Keraton Kasepuhan, saya beranjak ke samping kiri keraton yang lahannya masih luas. Disana terdapat seperti danau buatan, menurut Guide danau itu sebagai tindakan pencegahan apabila terjadi banjir atau tsunami karena Keraton Kasepuhan letaknya cukup dekat dengan laut.

Kemudian kami pun diajak ke lapangan yang penuh dengan merpati, disini kalau bawa anak-anak pasti mereka akan senang sekali. Dengan membeli pakan jagung Rp. 5.000, maka merpati akan berdatangan dan tak segan segan mematuk tangan kita dan hinggap di tangan atau kepala untuk meminta makanan.

IMG_20191027_115116_merpati.jpg
Playing with Pigeon

IMG_20191027_114821_taman merpati.jpg

Salam Heritage

 

 

Published by Nenkreni

hobby baca, nulis, bankers, an independent journalist, writerpreneur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: