Menangani Pneumonia


Based on my real story. Buat para ibu pernah dong mengalami anak sakit flu atau batuk yang terkadang disertai demam. Sebelas tahun menjadi seorang ibu, tentu aku menjadi hafal ketika anak sakit demam sudah tiga hari pasti aku langsung cek darah, karena khawatir kena tifus atau demam berdarah, tipikal penyakit yang biasa menyerang anak-anak di kawasan negara tropis.

Anakku yang pertama, memang lebih sering bolak-balik rumah sakit. Tapi kalau dipikir itu mungkin karena ketakutan kami berdua (aku dan pak suami), karena baru punya baby, jadi semenjak lahir, sakit sedikit langsung kami lari ke dokter buat cek kondisi our baby, sampai sekarang. Sementara adik-adiknya sih lebih prima kondisi fisiknya, karena mungkin kita berdua juga tidak terlalu protektif sehingga adik-adiknya lebih kebal.

Sekarang bayi kecilku sudah menjelang remaja, 11 tahun, tapi tetap penyakit yang rentan datang sama si “Mas” (panggilan kita buat anak pertama), flu dan batuk. Tanggal 23 November kemarin si “Mas” batuk disertai demam samapi 40 derajat celcius, akhirnya kita bawa ke rumah sakit setelah sebelumnya pergi ke Dokter umum tapi belum menunjukan suatu perbaikan setelah tiga hari berobat.

Pas di RS, hasil laboratorium darah juga menunjukkan leukosit tinggi yaitu 32.000 sementara ambang batas normalnya 10.000. Selain itu ada rasa sesak dan nyeri dibagian dada kanan. Dokter anak kemudian menyarankan si”Mas” buat di rontgen. Saat dilakukan rontgen, kondisi badan anak sudah tidak demam.

wp-1577159488544729339203.jpg
hasil rontgen pertama 25/11/19

Setelah ketahuan diagnosanya Pneumonia, agak shock juga. Soalnya denger namanya saja sudah seram, akhirnya aku langsung browsing semua tentang Pneumonia, walaupun dengan browsing tidak serta merta menjadikanmu seorang dokter (Itu kata pak suami saking gemesnya lihat istrinya browsing melulu). Soalnya kalau tanya terus sama dokter yang visit ke ruang rawat inap ada perasaan ga enak juga nanya-nanya melulu.

Pneumonia dikutip dari Hellosehat.com adalah penyakit infeksi yang menyerang paru, sehingga menyebabkan kantung udara di dalam paru meradang dan membengkak. Kondisi kesehatan ini sering kali disebut dengan paru-paru basah, sebab paru bisa saja dipenuhi dengan air atau cairan lendir. Kondisi paru-paru basah ini dapat dialami oleh siapa pun.

Ciri-cirinya, batuk, demam tetapi rasa dingin, pusing dan sesak dada dibagian kanan. persis seperti yang si”Mas” rasakan. Akhirnya buat pemeriksaan lebih lanjut aku cek lagi ke Dokter paru.

wp-1577163076159-122778431.jpg
hasil rontgen 28/11/2019 paru sebelah kanan bawah lebih suram karena kondisi lendir yang turun kebawah (penjelasan dr.paru) dan hasil USG juga menunjukan ada radang berupa gumpalan lendir.

Setelah tahu hasilnya, sama dr anak dan dr paru, si”Mas” diberikan antibiotik non TB (Tuberkulosis) dan Allhamdulilah setelah bedrest di RS selama sepuluh hari, si “Mas” boleh pulang. Ada kekhawatiran juga terkena TB, hanya menurut dokter kalau dengan antibiotik non TB, pasien sudah sembuh berarti penyebabnya bukan TB.

Pneumonia atau dikenal dengan paru-paru basah, yang biasanya menyerang di negara-negara eropa yang kondisi alamnya dingin. Rumor bahwa sering memakai kipas angin dapat menyebabkan paru-paru basah, penjelasan dari dokter paru yang menangani si “mas” bukan karena kipas anginnya tetapi lebih karena debu yang mungkin mengandung bakteri atau virus penyebab pneumonia yang masuk terhisap ke paru-paru. Jadi memang lebih aman supaya kita jangan terpapar debu dari kipas angin.

Dari pengalaman ini, batuk  jangan dianggap sebagai penyakit yang sepele karena penyebabnya mungkin dapat lebih parah. Selanjutnya memakai masker ketika pergi sekolah, tidak merokok, minum vitamin, tidak jajan sembarangan, tidak menggunakan peralatan makan bersama dan hidup sehat bisa jadi tindakan pencegahan yang baik untuk menghindari Pneumonia.

Setelah itu jangan lupa untuk kontrol kembali kondisi kesehatan anak salah satunya dengan rontgen ulang.

img_20191224_114648297465032.jpg
hasil rontgen 17/12/2019 yang menunjukkan perbaikan kondisi paru setelah sebelumnya didiagnosa Pneumonia dan diberikan antibiotik

 

 

Published by Nenkreni

hobby baca, nulis, bankers, an independent journalist, writerpreneur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: