Hidup Mandiri, Keluar dari Rumah Ortu setelah Menikah


Siapa sih yang tidak ingin hidup mandiri dan sukses. Tetapi terkadang ada situasi-situasi yang kita hadapi dimana kita tetap membutuhkan kehadiran orang terdekat alias keluarga. Kalau sesekali kamu meminta bantuan keluarga it’s ok dan itu juga seharusnya ada timbal baliknya, dimana saat keluarga membutuhkan kamu, kamu ada bagi mereka.

Bagi kamu yang masih nebeng dengan keluarga disini ada beberapa tips supaya kamu segera keluar dari rumah ortu kamu. Terutama bagi yang sudh berpasangan.

1. Samakan Visi dengan Pasangan

Menyamakan Visi atau tujuan dengan pasangan sangat penting saat kamu sudan menikah dan pada posisi masih nebeng dengan ortu, terkadang ada pasangan yang masih merasa nyaman tinggal dengan orang tua, dengan berbagai alasan. Misalnya kenyamanan untuk urusan makan yang masih disediakan oleh orang tua, listrik dan telpon yang tagihannya masih di cover oleh orang tua. Coba yakinkan pasanganmu bahwa hidup mandiri dan tidak merepotkan orang tua itu lebih baik dibanding hidup menumpang.

2. Rencanakan Keuanganmu

Mungkin kamu dan pasangan sudah terbiasa mencampur keuangan kamu dengan orang tua, sehingga pengeluaran kamu hanya setengahnya atau tidak ada sama sekali, saat kamu sudah keluar dari rumah ortu, maka semua biaya akan ditanggung oleh kalian berdua, jadi pastikan menghitung secara cermat setiap sen kebutuhan rumah tanggamu. Penghasilan kamu dan pasangan harus dialokasikan dengan tepat.

3. Pamit Baik-baik

Ini seringkali dilupakan oleh pasangan yang akan keluar dari pondok orangtua/mertua indah. Sampaikan baik-baik bahwa kalian ingin hidup mandiri, jika kalian sudah memiliki buah hati biasanya orang tua /mertua akan merasa berat berpisah dengan cucunya. Tapi yakinkan bahwa dengan pindahnya kalian, kalian tetap akan menjaga hubungan silaturahim.  Tapi ada juga lho orangtua/mertua yang lega kalau kalian keluar dari rumah mereka. Karena biasanya tipikal orangtua/mertua seperti ini memang menginginkan masa tua dengan kegiatan yang tidak melibatkan kalian, mungkin mereka lebih memilih kondisi tenang, khusuk beribadah atau melakukan hubungan sosial kemasyarakatan yang tidak melibatkan anak-anaknya yang sudah dewasa.

Published by Nenkreni

hobby baca, nulis, bankers, an independent journalist, writerpreneur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: