Puisi senja hari


Santai bertukar pikiran

Bersama roda roda kehidupan

Bergerak selalu kedepannya
Tak pernah ada yang mengingatkanmu

Karena kamu tak perlu di ingatkan

Dan tak bisa diingatkan

Saat lelaki sudah kehilangan pamornya

Sang wanita masih menerima dengan sadar atau mungkin sudah gila

Tapi ketika suara makin meninggi

Dibalas dengan kediaman bisu

Dan menambah derita yang semakin bergumpal

Di dada lelaki dan juga wanita

Mau apa lagi

Aku sudah tak mau apa apa

Tak mengharapkan apa apa

Published by Nenkreni

hobby baca, nulis, bankers, an independent journalist, writerpreneur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: